Sunday, April 3, 2011

PILULAE ( PIL)

Merupakan bentuk sedian padat bundar dan kecil mengandung bahan obat dan dimaksudkan untuk pemakaian oral
Saat ini jarang ditemukan karena tergusur adanya tablet dan kapsul. Masih banyak ditemukan pada seduhan jamu

Berdasarkan beratnya pil dibagi menjadi 3 macam
  • boli, >300mg
  • pil, 60-300 mg
  • granul, <60mg atau <30mg

Aturan umum pembuatan pil
  • berat, apabila memungkinkan berat zat aktif, bahan pengisi, bahan pengikat tiap pil 100-150mg ± 120mg
  • bahan pengisi, umumnya radix liquiritiae (untuk zat aktifyang sedikit dan menggunakan bahan pengikat : succus liquiritiae, maka ∑ radix = 2x succus atau lebih)
  • pulvis pro pilulis (PPP), jumlah succus dan radix sama banyak.

Bahan pengikat yang lain
  • pulvis gummosus
merupakan campuran saccarum, PGA. Tragacantha.
Pembasah , aqua glycerinate ( campuran gliserin dan air sama banyak), siru simplex
Kerugiannya pil keras
  • campuran succus dan saccharum
pembasah, aqua glycerinatam, yang dipakai 75 gram untuk 1000 pil.
  • ekstrak kental
  • glycerin cum tragakan dalam glycerin
pemakaian 10% tragakan dalam glycerin
  • adeps lanae dan vaselin album
untuk bahan yang peka terhadap air
bahan yang bereaksi satu dengan yang lain dengan adanya air.
Misal, suatu asam dan bikarbonat (meditreen, aspirin, dan bikarbonat)

Bahan bahan yang peka air
Misalnya folia digitalis dengan adanya air glikosidanya aktif terurai karena fermentennya (enzim) aktif.
Asetosal dengan adanya air dari bahan pengikat atau pembasah dapat menyebabkan terhidrolisanya asetosal menjadi asam salisilat yang toksik pada lambung dan asm asetat sehingga jika ingin dibuat sediaan pil, menggunakan pengikat yang tidak mengandung/ mempergunakan air, misalnya oleum cacao, adeps lanae dll.
Penggunaan adeps lanae dengan pengisi radix liquiritaejuga digunakan untuk zat yang hygroskopis. Misal kalium , acetatm, Ca bromida.

1 comment: