Sunday, April 3, 2011

SOLUTIONES (LARUTAN)

Larutan adalah sediaan cair yang mengandung satu jenis obat atau lebih dalam pelarut air suling kecuali dinyatakan lain, dimaksudkan untuk digunakan sebagai obat dalam,obat luar atau untuk dimasukkan ke dalam rongga tubuh. Untuk larutan steril yang digunakan sebagai obat luar harus memenuhi syarat yang tertera pada injectiones.
Sesuai dengan penggunaan, larutan dibagi menjadi:
  • Larutan steril
  • Larutan tak steril
  • Larutan antiseptika
Kadang kadang dibedakan namanya, tetapi tidak ada perbedaan prinsip dalam pengertian, bila yang terlarut adalah hanya satu jenis obat yang dilarutkan disebut mikstura, sebagai contoh: solutio citratis magnesici dan mixtura brometorum.
Larutan steril meliputi
  1. larutan untuk penggunaan luar sebagai pengobatan luka atau kulit terbuka
  2. larutan iritasi kandungan kemih.
  3. larutan intraperitoneum
baik alat maupun larutannya disterilkan dalam wadah yang steril.
Larutan tidak steril meliputi:
  1. larutan obat dalam, baik larutan yang langsung diminum atau yang harus diramu lebih dulu.
  2. larutan obat untuk kulit utuh dan
  3. larutan hemosialisa
Pada pembuatan larutan supaya dihindari sedapat mungkin adanya kontaminasi oleh bakteri dan jasad renik yang lain.
Larutan antiseptik, mudah sekali dicemari oleh jasad renik yang telah resisten. Oleh karena itu air yang digunakan harus air suling atau air yang baru dididihkan, wadahnya harus betul betul bersih dan tidak menggunakan tutup gabus. Larutan antiseptik tidak boleh digunakan lebih dari satu mingu sejak tutup dibuka.larutan yang digunakan sebagai antiseptikum untuk mata yang luka atau dimasukkan ke dalam rongga tubuh harus disterilkan duklu. Larutan antiseptik yang steril di dalam wadah tertutup mudah dibedakan dengan wadah untuk laeutan teansfusi ternasuk larutan infusi. Pada etiket harus tertera : larutan steril, tidak disuntikan.
Sistem pelarut dan zat terlarut
  1. sirup
  2. eliksir
  3. spirit
  4. air aromatik
  5. tingtur

Larutan oral
Adalah sediaan cair yang dibuat untuk pemberian oral, mengandung satu atau lebih zat dengan atau tanpa bahan pengaroma, pemanis atau pewarna yang larut dalam air atau campuran konsolven air.
Larutan oral yang mangandung sukrosa atau gula lain kadar tinggi disebut sirup
Larutan sukrosa hampir jenuh dalam air disebut sirup simpleks (64%)
Selain sukrosa dan gula lain, senyawa poliol tertentu seperti:
  • sorbitol – gliserol digunakan sebagai penghambat terjadinya penghabluran, untuk mengubah kelarutan , rasa dan sifat sifat lain zat pembawa.
  • Zat anti mikroba untuk mencegah pertumbuhan bakteri, jamur, dan ragi.
Larutan oral lain yang tidak menandung gula , tetapi mengandung pemanis buaran seperti sorbitol, aspartam, dan bahan pengental seperti gom selulosa biasanya digunakan untuk pasien diabetes,
Larutan yang mengandung etanol sebagai kosolven disebut eliksir.

Larutan topikal
Adalah larutan yang biasanya mengandung air tetapi sering kali mengandung pelarut lain seperti etanol dan poliol, untuk penggunaan topikal pada kulit.

Lotio
Adalah sedian larutan atau suspensi yang digunakan secara topical
Contohnya : lotio kumerfeldi

Larutan Otik
Adalah larutan yang mengandung air atau gliserin atau pelarut lain dan bahan pendispersi, untuk penggunaan pada telinga luar.
Misal : larutan otik neonisin dan polimisin B silfat.

Spirit
Adalah larutan yang mengandung etanol atau hidro alkohol dari zat mudah menguap, umumnya berupa larutan tunggal atau campuran bahan. Spirit harus disimpan dalam wadah yang tertutup rapat tidak tembus cahaya. Jika pelarutnya air disebut air aromatik

Sirup
Adalah sediaan pekat dalam air dari gula atau pengganti gula dengan atau tanpa penambahan bahan pewangi dan zat obat.
Sirup yang mengandung bahan pemberi rasa tapi tidak mengandung zat obat, pembawanya bukan obatatau pembawa yang wangi, misalnya: syrup akasia, sirup jeruk, dll
Sirup yang mengandungbahan obat terapetik atau sirup obat, misalnya: antitusif, antihistamin.
Komponen sirup
  1. air
  2. gula, sukrosa, pemanis buatan
  3. pwngawet anti mikroba
  4. pembau, penambah rasa misal minyak jeruk, vanili dan lain lain.
Contoh pengawet
    • Asam benzoat (0,1-0.2) %
    • Na benzoat (0.1-0.2) %
    • campuran metil, propil dan butil paraben (total ± 0.1%)

Eliksir
Adalah larutan hidroalkohol yang jernih dan manis dimaksudkan untuk penggunaan vital, dan biasanya diberi rasa untuk menambah kelezatan.
Dibanding dengan sirup, eliksir kurang manis dan kurang kental karena mengandung kadar gula lebih rendah, sehingga kurang efektif dalam menutupi rasa dan bau zat aktif.

Saturasi
Adalah solutio yang dibuat dengan cara mereaksikan bagian asam dan suatu bikarbonat, yang didalamnya jenuh dengan CO2, biasanya digunakan sebagai penyegar. Contoh: Potio Riveri.

Potiones
Adalah sediaan yang berupa cairan untuk diminum, dibuat sedemikian rupa hingga dapat digunakan sebagai dosis tunggal dalam golume besar, umumnya 50 ml.

Collyria
Adalah sediaan berupa larutan steril, jernih, bebas partikel asing, isotonis dan digunakan untuk mencuci mata, dapat ditambahkan larutan dapar dan pengawet. Wadah yang dipakai dapat wadah dari gelas atau plastik yang tertutup kedap.

Gargarisma
Adalah sediaan berupa larutan. Umumnya pekat dan bila digunakan diencerkan dulu. Gargarisma digunakan sebagai pencegah infeksi tenggorokan dan tujuan penggunaan gargarisma ialah agar obatnya dapat langsung mengenai selaput lendir yang ada di dalam tenggorokan dan bukan sebagai pelindung selaput lendir maka tidak digunakan bentuk suspensi dan baha b berlendir tidak cocok sebagai obat kumur. Dalam tiket harus tertera :
  • hanya untuk kumur, jangan ditelan.
  • Sebelum digunakan diencerkan.

INTERAKSI PELARUT – ZAT TERLARUT

Berhubung dengan kelarutan suatu zat dalam pelarut, maka dapat terjadi interaksi antara pelarut pelarut, pelarut zat pelarut terlarut dan zat zat terlarut.
Nilai atau diskripsi kualitatif beberapa parameter fisika kimia dari zat terlarut dan pelarut dapat membantu mendapatkan gambaran mengenai keterlarutan suatu obat, beberapa faktor dan konsep yang penting untuk meramal kelarutan obat adalah:
  1. polaritas
  2. co solvency
  3. parameter kelarutan
  4. suhu
  5. salting out
  6. salting in
  7. hidrotopi
  8. pembentukan kompleks
  9. efek bersama ion
  10. ukuran partikel
  11. ukuran dan bentuk molekul
  12. struktur air

Polaritas
Aturan yang terkenal yaitu like dissolves like berdasarkan pada observasi bahwa molekul molekul dengan distribusi muatan yang sama dapat larut timbal balik, yaitu molekul polar, akan larut dalam media yang serupa yaitu polar, sedangkan molekul nonpolar akan larut dalam media nonpolar. Konsep polaritas kurang jelas apabila diterapkan pada kelarutan yang rendah, terbentuk miseldan berbentuk hidrat padat.

Kosolven
Campuran pelarut untuk melarutkan zat tertentu banyak digunakan untuk membuat larutan obat. Kosolven dapat dipandang sebagai modifikasi polaritas dari sistem pelarut terhadap zat terlarut atau terbentuknya pelarut baru yang terjadinya interaksi tidak mudah diduga dari individu pelarut masing masing dalam sistem campuran. Kosolven supaya dibedakan dari fenomena yang sangat erat hubungannya seperti pelarut (solubilisasi) dan hidrotopi.

Parameter kelarutan
Dikembangkan oleh hildbrand untuk sebagai alat meramal kelarutan cairan dan substansi amorf dalam banyak macam pelarut dari industri.

Suhu
Kebanyakan senyawa farmasetis pada kenaikan suhu akan naik kelarutannya, kecuali senyawa metilselulosa dan kalsium hidroksida.
Proses eksoterm dapat digambarkan:
Zat terlarut + pelarut ↔ larutan + panas
Sedangkan proses endoterm
Panas + zat terlarut + pelarut↔ larutan
Jika pada peristiwa eksoterm, bila suhu dinaikan maka kelarutan zatnya akan berkurang karena reaksi bergeser kekiri. Sedangkan pada peristiwa endoterm, bila suhu dinaikkan maka kelarutan zatnya akan bertambah, karena reaksi bergeser ke kanan.

Salting out
Peristiwa pengendapan zat terlarut (biasanya zat organik) disebabkan oleh penambahan jumlah besar garam yang sangat mudah larut pada larutan air dari senyawa organik. Peristiwa ini merupakan kompetisi antara garam dan senyawa organik terhadap molekul pelarut yaitu air. Contoh peristiwa ini adalah: camphora dan oleum menthae piperitae dalam air aromatik. Larutan metilselulosa dalam air oleh penambahan NaCl.
Mekanisme peristiwa ini ialah bahwa interaksi metilselulosa dan air adalah inkompetible dengan interaksi NaCldengan air dan sebagai hasil terjadi dehidrasi dari metilselulose dan mengakibatkan peristiwa salting out.

Salting in
Ialah peristiwa bertambahnya kelarutan dari suatu senyawa organik dengan penambahan suatu garam dalam larutannya. Sebagai contoh adalah globulin tidak larut dalam air tetapi dapat larut dalam larutan garam encer dalam air.

Hidrotopi
Ialah peristiwa bertambahnya larutan suatu senyawa yang tidak larut atau sukar larut dengan penambahan suatu senyawa lainyang bukan zat surfaktan (S.a.a.). Mekanismenya mungkin salting in, kompleksasi atau kombinasi beberapa faktor.

Pembentukan kompleks
Ialah peristiwa terjadinya interaksi antara senyawa tak larut dengan zat yang larut dengan zat yang larut dengan membentuk senyawa kompleks yang larut. Sebagai contoh larutan iodium dalam larutan KI atau NaI dalam air. Disini terjadi senyawa kompleks Triiodida.
Juga larutan coffein didalam larutan natrii salisilat atau natrii benzoat dalam air. Senyawa kompleks ini bersifat reversible, mudah terjadi disosiasi dan melepas zat aktifnya dan memberi efek terapi.

Common ion effect
Obat yang tak larut sering dibuat sebagai suspensi, disini ada keseimbangan antara partikel padat dengan larutan jenuhnya. Sebagai contoh adalah suspensi Procain Penicilin. Dengan penambahan Procain HCl yang mudah larut dalam air akan mengurangi penicilin ion dalam larutan, karena produk kelarutan suatu senyawa pada suhu konstan adalah tetap.

Ukuran partikel
Efek ukuran partikel dari zat terlarut dalam sifat keterlarutan terjadi hanya bila partikel mempunyai ukuran dalam sub mikro dan akan terlihat kenaikan kira kira 10% dalam kelarutannya. Kenaikan ini disebabkan adanya enersi bebas permukaan yang bebas permukaan yang besar dihubungkan dengan partikel yang kecil.

Ukuran dan bentuk molekul
Sifat sifat dapat melarutkan dari air sebagian besar disebabkan oleh ukuran yang kecil dari molekulnya. Zat cair dapat mempunyai polaritas, konstante dielektrik dan ikatan hidrogen dapat menjadi pelarut yang kurang bagi senyawa ionik, disebabkan ukuran partikelnya lebih besar dan akan sukar bagi zat cair untuk menembus dan melarutkan kristal. Bentuk dari molekul zat terlarut juga merupakan faktor didalam meneliti keterlarutan. Keterlarutan yang tinggi dari amonia yang cocok tanpa ada kesukaran berada didalam struktur dari air. Efek bentuk dari molekul zat terlarut terhadap kelarutannya di dalam suatu pelarut lebih banyak merupakan efek entropi.

Struktur dari air
Struktur air merupakan anyaman molekul tiga dimensi dan struktur ikatan hidrogen menentukan sifat sifat air dan interaksinya dengan zat terlarut. Strukturnya dapat dimodifikasi secara kualitatif dan kuantitatif oleh banyak faktor seperti suhu, permukaan dan zat terlarut. Struktur air adalah peka terhadap banyak faktor yang dapat memperkuat, melemahkan, mengubah atau memecah seluruhnya. Faktor faktor ini termasuk suhu, zat terlarut non polar, ion monovalen dan polivalen, s.a.a., makromolekul dan permukaan.

Keuntungan bentuk larutan
  1. merupakan campuran homogen
  2. dosis dapat mudah diubah-ubah dalam pembuatan
  3. dapat diberikan larutan encer kapsul atau tablet lambung, sedangkan bila dalam bentuk kapsulatau tablet sulit diencerkan.
  4. kerja awal obat lebih cepat karena obat cepat diabsorbsi.
  5. mudah diberi pemanis, bau bauan dan warna, dan hal ini cocok untuk pemberian obat pada anak anak.
  6. untuk pemakaian luar, bentuk larutan mudah digunakan.

Kerugian bentuk larutan
  1. volume bentuk larutan lebih besar
  2. ada obat yang tidak stabil dalam larutan
  3. ada obat yang sukar diyuyupi rasa dan baunya dalam larutan

No comments:

Post a Comment